Tangani Corona, Pemkab Klaten Siapkan Dana Rp500 Juta

2 min read

Pemkab Klaten mengeluarkan dana siap pakai (DSP) senilai Rp500 juta guna mencegah persebaran virus corona di daerahnya. Dana ratusan juta di antaranya difungsikan guna pembelian alat pelindung diri (APD) bagi tim medis.

Ketua Gugus Tugas (Gusgas) Percepatan Penanggulangan Virus Corona Kabupaten Klaten, Ronny Roekminto, mengatakan keberadaan APD bagi tim medis sangat dibutuhkan saat menangani kasus corona. Selain difungsikan membeli APD, DSP tersebut juga digunakan membeli perlengkapan lainnya guna mencegah persebaran virus corona di Klaten.

“DSP sudah kami keluarkan [melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten]. Seperti membeli APD. Di waktu sebelumnya, kami memiliki 30 APD. Kami perlu menambah jumlah itu,” katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (23/3/2020).

Lalu, pembelian masker, dan lainnya. Sedangkan, Bantuan Tidak Tertuga (BTT) belum bisa dikeluarkan karena di Klaten belum ada yang positif hingga hari ini [kemarin],” imbuhnya.

Ronny Roekminto mengatakan, petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten saat ini masih memantau 52 orang. Puluhan orang asli Klaten itu tergolong orang dalam pemantauan.

“Data khusus hari Minggu [22/3/2020], ada 52 ODP di Klaten. Satu ODP dirawat di Rumah Sakit Daerah [RSD] Bagas Waras. Hasil pemantauan sementara, para ODP itu menunjukkan perkembangan yang bagus. Jumlah pasien dalam pengawasan [PDP] di Klaten nol, jumlah yang positif corona juga nol,” katanya.

Kesiapan Penanganan Corona

Disinggung tentang kesiapan rumah sakit di Klaten guna mengantisipasi penanganan warga yang terpapar virus corona, Ronny Roekminto, mengatakan sudah menyiapkan rumah sakit line 1, yakni Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten.

Sedangkan, rumah sakit line 2 berada di Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten dan Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten. “Di Bagas Waras itu ada 10 kamar. Di RSI Klaten, 2-3 kamar. Sedangkan, di RSST sekitar 12 kamar.”

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengimbau ke warga selalu menerapkan perilaku hidups ehat dan bersih (PHBS) serta menghindari kerumunan. “Jaga jarak saat berbicara [sekitar satu meter] dan hindari bersalaman terlebih dahulu [dapat diganti dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada],” katanya.

Sumber: Solo Pos

(Visited 4 times, 1 visits today)
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *