Pelajar SMP Asal Klaten Ceburkan Diri ke Sungai Bengawan Solo

2 min read

Seorang pelajar SMP berinisial KHL, 13, asal Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari diduga menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo dengan melompat dari Jembatan Sidowarno pada Sabtu (28/2) siang sekitar pukul 14.00. Korban sempat hanyut terseret arus hingga meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kejadian bermula ketika korban berpamitan kepada ibunya jika hendak pergi ke rumah kakeknya, Suyono. Oleh ibunya sempat dilarang karena sedang hujan deras. Tetapi korban tetap nekat berjalan ke rumah kakeknya yang berjarak 200 meter.

“Korban datang ke rumah kakeknya dalam keadaan basah kusup, selanjutnya korban melihat televisi. Selang beberapa saat, korban berpamitan kepada kakeknya. Sempat mengatakan, mbah aku meh lungo, ojo digoleki maneh,” jelas Kapolsek Wonosari AKP Widji.

Mendengar perkataan cucunya itu, sang kakek menaruh curiga sehingga membuntuti korban. Sesampai di Jembatan Sidowarna, korban terlihat hendak melompat dari atas jembatan. Mengetahui hal itu, sang kakek berusaha memegang korban, tetapi korban berontak.

“Karena kalah fisik, korban terlepas dari genggaman. Selanjutnya korban melompat ke Sungai Bengawan Solo dari atas Jembatan Sidowarno. Korban lantas hanyut dari aliran sungai itu,” papar Widji.

Diketahui, korban sempat mengalami sakit keras dan koma di rumah sakit karena dinyatakan infeksi otak. Hal ini yang membuat korban mengalami kelakuan khusus. Bahkan, keluarga sering mendapati korban melakukan percobaan melompat ke sungai sejak mengalami sakit tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Umum SAR Kabupaten Klaten Deni Nur Indragani menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi seorang anak yang tercebur ke sungai pada pukul 14.30. SAR Klaten langsung menerjunkan empat tim untuk melakukan pencarian anak yang tenggelam tersebut.

Total ada 24 personel yang diterjunkan. Setiap tim terdiri dari enam personel yang memiliki tugas pokok masing-masing. Hingga pukul 19.00, proses pencarian korban masih dilakukan.

“Info awal yang kami terima jika survivor tercebur ke sungai. Artinya untuk proses detail terceburnya seperti apa, kita belum mendapatkan informasi yang valid. Sebab, informasinya masih simpang siur,” ujar Deni.

Sumber: Jawa Pos

(Visited 3 times, 1 visits today)
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *