Gugus Tugas Desa di Klaten Pantau Perantau Pulang Kampung

2 min read

Guna pencegahan persebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Klaten, Pemkab membentuk Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Pencegahan (PP) Covid-19 di tingkat desa/kelurahan.

Salah satu tugas gugas tersebut untuk mengantisipasi potensi persebaran corona dari para perantau Klaten terutama dari wilayah-wilayah yang masuk kategori zona merah.

Ketua Gugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan Gugas tingkat desa/kelurahan diketuai kepala desa atau lurah dengan anggota di antaranya ketua RW/RT, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karangtaruna, PKK, dan bidan desa.

Gugus tugas desa itu pula bermitra dengan Bhabinsa dan Bhabinkantibmas di Klaten. Gugas itu bertugas memantau mobilisasi warga desa termasuk mereka yang pulang kampung dari daerah-daerah zona merah.

Ketika ada perantau pulang ke kampung halaman, mereka dibiarkan berada di dalam rumah. Gugas memantau kondisi kesehatan mereka. Jika ada yang mengeluhkan batuk, pilek, atau demam, gugas desa bertugas mengantar mereka ke puskesmas untuk dilakukan screening.

“Kalau tidak ada ya biar di rumah saja. Lebih baik untuk sementara waktu ketika pulang mengisolasi mandiri di rumah. Daripada langsung ke luar rumah dan banyak yang mempertanyakan. Persoalan ini sangat sensitif,” kata Ronny saat ditemui Solopos.com di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (26/3/2020).

Ronny menjelaskan pembentukan Gugus Tugas tingkat desa tersebut penting di Klaten. Gugas juga bertugas memberikan pemahaman ke masyarakat ketika ada perantau pulang kampung.

Jangan Panik

Sebab, di sejumlah wilayah mulai muncul kepanikan ketika ada orang yang pulang kampung. Mereka yang pulang kampung diminta melengkapi surat keterangan bebas Covid-19 dari puskesmas sebelum menginjakkan kaki ke rumah.

Ronny menegaskan rumah sakit dan puskesmas tidak memiliki kewenangan untuk menentukan seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak.

“Untuk menentukan seseorang itu terkena Covid-19 atau tidak, harus melalui pemeriksaan swab. Hasil pemeriksaan dikirim yang paling dekat dengan Klaten di BPPTKLPP Yogyakarta. Hasilnya baru diketahui dua sampai tiga hari. Jadi kami mohon kepada camat untuk diberitahukan ke kepala desa dan RT/RW jangan sampai timbul kepanikan,” kata dia.

Terkait kondisi persebaran Covid-19 di Klaten, Ronny memastikan hingga kini belum ada yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Solopos.com, ada satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten meninggal dunia Rabu (25/3/2020) malam.

“Dia memiliki penyakit kronis. Saat ini masih menunggu hasil laboratorium. Mudah-mudahan hasilnya negatif [Covid-19],” urai dia.

Sumber: Solo Pos

(Visited 2 times, 1 visits today)
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *