Bank Klaten Jadi Perseroda

2 min read

PD BPR Bank Klaten kini resmi berganti nama jadi PT BPR Bank Klaten (Perseroda). Perubahan bentuk badan hukum itu merupakan amanah dari Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014. Sebagaimana telah diubah dalam UU No. 9 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah. Bank Klaten sebagai badan usaha milik daerah harus mengubah badan hukum.

”Kalau profit oriented punya porsi setor laba atau setor keuntungan ke pemkab itu berdasarkan Permendagri RI No. 94 Tahun 2017 tentang pengelolaan BPR milik pemda, harus berubah menjadi perseroan terbatas (PT). Saat ini kami menjadi PT BPR Bank Klaten (Perseroda),” jelas Direktur Utama PT BPR Bank Klaten (Perseroda) Tulus Yunianto, Rabu (29/5).

PT BPR Bank Klaten (Perseroda) sahamnya 100 persen milik Pemkab Klaten. Nomor dua se-Indonesia untuk perubahan badan hukum tersebut. Menjadikan PT BPR Bank Klaten (Perseroda) sering kali sebagai lokasi studi banding bagi PD BPR lainnya, seperti Jepara hingga Kalimantan.

Proses perubahan badan hukum melalui tahapan yang begitu panjang. Diawali dari Perda No. 15 Tahun 2017 tentang Perubahan Badan Hukum BPR Bank Klaten. Dilanjutkan izin prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Januari 2019.

”Kemudian keluar keputusan Menkumham RI pada Februari 2019 tentang pengesahan pendirian badan hukum PT BPR Bank Klaten (Perseroda). Dilanjutkan pengalihan izin usaha dari PD ke PT di OJK, pada 21 Mei lalu untuk operasionalnya. Saat ini kami luncurkan dan kenalkan ke masyarakat, termasuk mitra-mitra kerja kami,” terang Tulus.

Tulus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini sudah membantu dalam proses perubahan badan hukum tersebut. Termasuk Pemkab Klaten selaku pemegang saham tunggal. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Bupati Klaten selaku RUPS.

PT BPR Bank Klaten (Perseroda) berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada 32 ribu nasabahnya. Saat ini memiliki aset sebesar Rp 358 miliar dengan kredit yang telah disalurkan Rp 258 miliar. Penyaluran kredit tersebut 80 persennya kepada sektor riil, terutamanya usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

”Tugas kami di PT BPR Bank Klaten (Perseroda) sebagai bank sahabat negeri. Karena kami milik negeri sendiri dan apalagi sebagai bank 100 persen milik Pemkab Klaten. Maka itu harus ikut serta dalam program-program pengembangan ekonomi di Kabupaten Klaten, sehingga kami konsentrasi di sektor produktif,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengucapkan selamat atas perubahan badan hukum tersebut. Dia berharap ke depannya semakin kukuh berdiri dan mandiri, serta kreatif dan inovatif dalam pengembangan usaha.

”Semakin akuntabel dan dipercaya masyarakat Kabupaten Klaten dan sekitarnya. Semakin banyak menorehkan prestasi-prestasi. Semakin maju, mandiri, dan berdaya saing. Terima kasih untuk kinerja PT BPR Bank Klaten (Perseroda) yang terus meningkat,” ucapnya.

Pada 2018, PT BPR Bank Klaten (Perseroda) meraih predikat sangat bagus atas kinerja keuangan selama 2017. Pada 2019 mendapatkan penghargaan Top BUMD atas kinerja keuangan dan pengembangan UKM.

Sumber: Jawa Pos

(Visited 21 times, 1 visits today)
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *